Apply Visa Afrika Selatan

Beberapa waktu yang lalu, saya disuruh pak bos untuk mampir ke head quarter di Cape Town, Afrika Selatan (Afsel). Kebetulan ada sebuah proyek yang mengharuskan saya ke Malawi. Jadi ya, sekalian mampir, nengok-nengok ke negaranya. Kebetulan masih satu jalur ini.

Cerita berkunjung ke Afsel ini cukup panjang. Tapi kali ini saya cuman mau berbagi tentang cara ngurus visa Afsel untuk penduduk Indonesia. Siapa tahu berguna bagi yang membutuhkan.

Untuk persyaratan, bisa dicek di website kedutaan Afsel di sini. Semua cukup jelas sebenarnya. Kalau bisa saya rangkum, berikut syarat-syaratnya untuk visa visitor atau kunjungan singkat:

  1. Formulir visa BI 84, bisa diunduh di link di atas.
  2. Pas foto berwarna, 2 buah
  3. Itinerary perjalanan / tiket pesawat
  4. Bukti akomodasi
  5. Surat dari perusahaan yang menyatakan kita bekerja dan akan pulang lagi
  6. Untuk keperluan bisnis, perlu menyertakan surat undangan dari perusahaan / organisasi di Afrika Selatan yang mengundang beserta tempat tinggal nantinya.
  7. Paspor asli
  8. Biaya IDR 650.000, tunai
  9. Bank statement 3 bulan terakhir.
  10. Yellow fever certificate jika pernah berkunjung ke negara yang ada yellow fever nya

Semua syarat ditaruh di amplop, lalu dikumpulkan di kedutaan besar Afrika Selatan. Lokasinya di gedung GKBI lantai 7 (kalau belum pindah):

Saya sempat salah gedung, kayaknya nyasar ke gedung yang lama. Maklum, modal Google Maps. Untung gak terlalu jauh. Walaupun jauh juga, soalnya saya sok-sokan jalan kaki.

Pelayanan submit visa hanya pada hari Senin – Kamis pukul 08.00 – 12.30. Sementara hari Jumat hanya untuk pengambilan saja.

Antrian hampir tidak ada. Pas saya kesana, cuman ada 2 atau 3 orang lain yang juga apply visa. Tinggal nunggu mbak yang ngurus visa datang, kumpulin, selesai sudah. Nantinya dikabari via sms atau telpon oleh mbak yang ngurusin visa. Kalau ndak salah 5 hari kerja bisa jadi, normalnya.

Beberapa yang perlu diperhatikan:

  • Dokumen harus ada cap atau tanda tangan. Termasuk bank statement. Padahal, beberapa bank tidak memberikan tanda tangan atau cap.
  • Kalau sudah jadi, bisa minta tolong dikirimkan via JNE atau sejenisnya. Cocok buat yang rumahnya jauh seperti saya.
  • Untuk kasus super duper spesial, ndak sampai satu hari bisa jadi. Saya sudah mencobanya ketika ada suatu kejadian yang memaksa saya untuk apply visa yang ke dua kalinya. Ngumpulin sebelum solat Jumat, habis solat Jumat udah jadi. Tapi jangan ditiru. Dan saya ndak mau mengulanginya, hehe.
  • Afsel tidak terlalu banyak dikunjungi oleh penduduk Indonesia (kayaknya). Jadi cuman sedikit yang apply. Ndak perlu lama antri atau memilih jadwal pengumpulan seperti visa Schengen.
  • Syarat no 10, ndak wajib sih. Tapi saya dulu ngurus juga, karena Malawi termasuk yang ada yellow fever nya. Kalau ndak salah. Untuk pembuatannya, di postingan lain saja ya :).
  • Afsel itu indah. Tapi tiketnya mahal kalau dari Indonesia. Jadi mungkin sepi peminat.

Semoga bermanfaat 🙂

Bonus: Foto pesisir samudra Atlantik di ujung selatan Afrika Selatan.

Pantai di Ujung Selatan Afrika Selatan
Pantai di Ujung Selatan Afrika Selatan
Iklan

5 comments

  1. aaaaaaaaaak, semoga ada kesempatan melancong ke afrikaa hihi salam kenal mas nya emm gimana kalo member 1m1c liburan barengg enak kali yaaa hihi

    • Halo mbak Camila,
      Caranya, datang aja kesana, kemungkinan diceramahi macem2 sama petugasnya. Tapi akhirnya berhasil, asal syarat lengkap (dan kebetulan yg berwenang ngasih visa juga ada). Kalau perlu, tunjukin surat2 pendukung yang kuat. Kalau dulu, saya ngelampirin surat undangan dari World Bank.
      Semoga berhasil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s