Berkelana (2/15): Salah Motor

Suatu ketika, habis Jumatan, saya menunggu sebentar supaya tidak terlalu ramai pas ngambil motor. Saya menunggu sambil buka-buka HP. Oh iya, saya naik motor pas ke masjidnya.

Selang beberapa menit, jamaah sudah mulai sepi, saatnya saya pulang. Berhubung ingin menjadi pribadi yang efisien, saya masih buka-buka HP sambil jalan menuju motor saya.

Saya masukan kunci ke motor, eh tapi kok ndak bisa diputer.

Selang beberapa detik, saya baru sadar kalau yang saya naiki bukan motor saya. Mirip sih warna dan modelnya. Mana deketan pula parkirnya.

Dengan tetap menjaga wibawa dan berusaha tetap kelihatan cool, saya pindah ke motor saya, menyalakan motor, dan segera pulang.

Cerita serupa, pernah dialami ibu saya, ketika sedang pergi melayat ke desa tetangga. Bedanya, kunci motor nya ndak bisa masuk. Bukannya sadar bahwa sudah salah motor, malah dituntun pulang, karena dikira motornya rusak. Sampai dibawa ke bengkel.

Sampai di bengkel, barulah sadar kalau salah ambil motor 😀

Akhirnya, balik lagi ke rumah duka dan sudah ditunggu orang-orang di sane 😀

Lesson learned: tetap jaga konsentrasi ketika mengambil motor di parkiran.

PS: Niatnya sehari satu cerita, tapi apa daya cuman wacana. Baru seminggu, bisa nambah lagi. Semoga bisa selesai sebelum ganti tahun. :v

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s