Berkelana (3/15): Mengejar Lion

Suatu ketika, saya dan istri hendak mengunjungi pulau Lombok dari Jogja. Kebetulan dapetnya Lion (kayaknya dulu cuman ada Lion). Kalau ndak salah, awal Febuari 2016. Kayaknya, ini pertama kali saya naik Lion Air juga. Memang menghindari sih, sudah sering dengar kasus dengan maskapai ini. Terutama delay-nya.

Di tiket tertulis pukul 17.40 terbang. Rumah kami ndak terlalu jauh sebenarnya, dekat dengan Ring Road utara. Bisa 10 menit sampai lah ke Bandara Adi Sucipto. Mungkin karena terlalu nyantai, jam 4an baru berangkat.

Eh lha kok pas sampai sana, antri panjang. Udah mepet jam setengah 6 juga. Udah kepikiran bakal gak sempat masuk pesawat dan tiket hangus. Padahal, rencananya kita di Lombok cukup lama. Sudah pesan penginapan juga (meski belum semua).

Saya akhirnya kepikiran buat nanya ke petugas loket, apakah yang Lion ke Lombok masih sempat check in  atau belum. Mbak-nya bilang masih, dan akhirnya kami disuruh maju ke depan untuk check in duluan.

Alhamdulillah, masih sempat.

Ternyata dibantu delay juga. Kebetulan ada Presiden Indonesia yang sedang mengunjungi Lombok untuk suatu kegiatan. Jadi rada rempong bandara di sana. Ini cerita dari teman saya yang tinggal di sana. Kebetulan jadi diminta bantuin acara pak Presiden ini, di bagian kesehatan.

Lesson learned: Jangan mepet-mepet ke bandara, apalagi sore, rawan antri.

Lesson learned 2: Coba bertanya apakah sesuatu itu mungkin, siapa tahu bisa.

PS: Fafifu sejati, postingan ke tiga baru muncul habis ganti tahun. Ya nasib.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s