Cerita Pengajuan Visa Schengen (Denmark)

Tahun lalu (2017), saya ada keperluan untuk mengunjungi Nódebo, Denmark, jadi perlu visa Schengen untuk kesana. Sama seperti yang saya tulis di postingan Cerita Pengajuan Visa Schengen (Italia, pengurusan visa Schengen ke Denmark juga melalui VFS. Syarat-syaratnya bisa dilihat di sini. Menurut saya lebih mudah, karena tidak perlu membuat janji ketemu. Mungkin karena tidak banyak yang mengunjungi (terkenal mahal). Bahkan loketnya pun jadi satu dengan negara lain (Norwegia kalau tidak salah).

Berbeda dengan kunjungan ke Italia, kali ini saya mengajak istri saya. Tidak banyak syarat yang aneh-aneh. Kami berangkat pagi dari Yogyakarta, dan berencana pulang sore harinya (dibuat agak sore mengingat pengalaman mengurus visa sebelumnya yang ajaib).

Karena semua syarat sudah dipersiapkan dan sudah pernah mengurus, semua berjalan lancar. Mulai dari masuk ke ruangan antrian dan menunggu panggilan.

Eh lha kok ada masalah….

Dalam itinerary perjalanan, saya mencantumkan akan melakukan perjalanan ke beberapa negara lain. Di Denmarknya hanya 5-6 hari, selebihnya main. Maklum lah, sekalian jalan-jalan, mumpung, tiketnya mahal pula.

Jadi, menurut yang jaga counter-nya, saya perlu melampirkan tiket pesawat untuk perjalanan ke negara-negara lain tersebut. Hwalah. Padahal saya berencana naik bus (yang murah dan cocok bagi kami yang bawa koper 2 buah).

Meski sudah beragumentasi, tidak tembus juga. Akhirnya saya minta waktu untuk mengurusnya.

Ada dua solusi yang saya kepikiran. Pertama adalah mencari agen perjalanan kemudian minta tolong dipesankan tiket antar negara sesuai itinerary saya (yang kemudian dibatalkan tiketnya). Tapi cara ini tidak berhasil. Sudah nanya ke beberapa agen perjalanan, nampaknya tidak mudah / tidak biasa untuk memesankan tiket jarak pendek antar negara di Eropa. Failed.

Cara ke dua, mengganti itinerary kami menjadi hanya mengunjungi Denmark saja (dibolehkan juga sama yang menjaga counter).

Berbekal laptop yang saya bawa, kami pun mulai mencari dan memesan penginapan di Denmark. Tak lupa untuk mencari tempat yang akan dikunjungi selama di sana. Tidak masuk akal kalu dibaca-baca sebenarnya :D. Masak mengunjungi (explore) Copenhagen sampai satu pekan. Tapi ya sudahlah, kepepet.

Di lokasi VFS ini juga ada printer. Agak mahal memang. Tapi apa boleh buat, daripada ndak bisa mengajukan visa.

Setelah selesai, kami diberitahu bahwa hasil pengajuan visa akan selesai dalam maksimal 15 hari kerja. Sungguh mepet aslinya. Karena perjalanan kami akan dimulai dalam 3 hari setelah 15 hari kerja tersebut.

Untuk menanggulangi masalah visa mepet ini, saya meminta tolong teman saya yang kerja tidak jauh dari VFS untuk menggambilkannya. Kebetulan bisa diambil ketika rehat siang. Kalau jadi sangat mepet, saya bisa ambil sekalian ketika berangkat. Kalau ada waktu lebih, bisa minta tolong dikirimkan ke Yogya.

Dan memang, si visa baru muncul sesuai janji, 15 hari. Saya sampai mengecek kabarnya di web VFS tiap hari :D. Visa saya pun masih sempat dikirimkan teman saya.

Kastellet, Denmark
Kastellet, Denmark

Lesson learned-nya:

  1. Jangan mepet-mepet mengurus visa Schengen ke Denmark. Takut tidak keburu.
  2. Bawa laptop, buat jaga-jaga (atau ini saya-nya saja sih).
  3. Aturan tiket pesawat ke negara lain tersebut tidak dituliskan, jadi buat jaga-jaga, pesan sekalian atau bikin itinerary seperti saya. Untuk pastinya, bisa ditanyakan ke VFS-nya.

Terima kasih, semoga tulisan ini berfaedah.

Untuk cerita perjalanannya, yah, embuh kapan mau ditulis. Wkwkwk. Banyak hal menarik padahal.

 

Iklan

4 comments

  1. Sun, klo itinerary bukannya bisa nunjukin jadwal pesawat yang kita pilih aja? Maksudku belum harus booking (beli tiket-nya).

  2. Kalau penerbangan antar negara (dari Denmark ke Jerman, misalnya), memang rencananya gak pakai pesawat. Jadi cuman pakai pesawat pas dari dan ke Indonesia saja mas. Udah dijelasin begitu, tapi mereka tetap ngotot untuk minta tiket pesawat antar negara (Denmark-Jerman, Jerman-Ceko, dst..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s