Menonton Villareal vs Deportivo Alaves

Villareal merupakan sebuah kota kecil yang tidak jauh dari tempat saya tinggal (Castellon De La Plana). Jaraknya hanya sekitar 10km kurang. Meski kota kecil, mereka memiliki sebuah klub sepakbola yang lumayan terkenal, yakni Villareal C.F. Meski sekarang sedang anjlok performanya, mereka pernah jadi semifinalis Liga Champion dan Europa League.

Berhubung dekat, saya pengen nonton langsung di stadionnya, yang konon bisa menampung separuh penduduk kota Villareal (kapasitas: ~25.000, jumlah penduduk ~50.000). Namun, pertandingan sering dilaksanakan agak malam, dan saya males kehabisan kereta untuk pulang. Mau naik sepeda, kata temen, ndak yakin ada jalan sepedanya.

Kota saya sendiri, Castellon, punya klub juga, tapi hanya bermain di level 3 di piramida kompetisi sepakbola Spanyol. Meski demikian, kota Castellon lebih gede daripada Villareal. Penduduknya sekitar 200.000. Klub-klub yang bertandang ke Villareal biasanya mampir di Castellon untuk beli kebab. Kemarin sempat ada Real Madrid, yang mampir di hotel yang ndak jauh dari tempat saya, ~1 km lah. Tapi saya nya males nyamperin.

Tempo hari, giliran Deportivo Alaves yang bertandang ke Villareal. Eh, jebulnya mereka mampir di hotel yang beda satu blok tapi masih satu jalan dengan tempat tinggal saya.

Bus Deportivo Alaves

Karena kebetulan tandingnya agak sorean, jam 16.15 saya memutuskan untuk nonton. Apalagi, kampus saya ada kerja sama, jadi saya bisa dapet diskon kalau beli di sport center kampus, hanya cukup bayar 5 euro saja. Cukup murah lah.

Tiket 5 Euro
Tiket 5 Euro

Di Sabtu sore yang cerah, saya pun berangkat ke lokasi, sendirian. Eh nasib, lupa ngecek jadwal kereta, saya ketinggalan kereta dan perlu menunggu kereta selanjutnya. Yang pada akhirnya pas sampai lokasi sudah selesai babak pertama :v.

Stadion Keramik

Saya duduk di belakang gawang, di sisi tuan rumah. Curva Nord sih kayaknya. Stadion nya sendiri hampir penuh. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua. Sambil menuggu babak kedua, penonton disuguhi marching band di dalam stadion.

Marching band mengisi jeda (silau)

Pertandingannya sendiri berlangsung cukup seru, dimana Villareal lebih banyak menyerang. Namun malah kebobolan lewat serangan balik. Villareal sendiri berhasil mencetak satu gol, lewat penalti Santi Cazorla setelah wasit melihat VAR. Baru kali ini saya melihat VAR langsung. Hahaha. Oh ya, skor akhirnya 1-2, semua gol tercipta di babak ke dua. 0-1 (hasil tendangan sudut), 1-1 (penalti Santi Cazorla), 1-2 (serangan balik). Berikut highlight-nya

Cuplikan pertandingan Villareal vs Deportivo Alaves

Saya juga sempat merekam tendangan penaltinya sekaligus reaksi pendukung tuan rumah yang pecah bahagia. Saya juga turut bahagia tentunya. Takut dikepruki. Hahaha…

Tendangan Penalti Santi Cazorla dan reaksi pendukung tuan rumah

Hal lain yang menarik adalah ketika Villareal mendapatkan tendangan sudut, langsung ada backsound dung-dung cret ala We Will Rock You milik Queen.

Untuk ultras (?) Villareal, nampaknya ada lokasi khusus, tepatnya di atas tribun saya, dengan jaring-jaring di depannya. Mereka bernyanyi dan memainkan musik paling keras tentunya.

Pemandangan dari tempat duduk

Saya aslinya baru tahu nama stadionnya sekarang adalah Stadion Keramik. Dulu saya tahunya bernama Stadion El Madrigal. Ternyata memang baru diganti dua tahun yang lalu (2017). Beritanya bisa dibaca di sini. Di sisi luar stadionnya juga memang ada keramiknya yang guede banget.

Untuk suporter tim tamu, ketika mereka pulang, dikawal pak polisi. Tapi ya lebih mirip gerak jalan santai gitu sih. Terlihat sangat aman, meski di segala penjuru ada pendukung Villareal (banyak bar atau kafe yang mengadakan nonton bareng di sekitarnya juga).

pendukung tim tamu (Deportivo Alaves)

Pas pulang, saya sempat sprint pakai sandal, gara-gara salah lihat waktu di GoogleMap tentang jadwal kereta ke Castellon. Alhamdulillah, masih terkejar. Kalau ndak, perlu menunggu sejam lagi soalnya 🙂

PS: Fotonya cuman sedikit, fokus nonton pertandingan soalnya

One comment

  1. Wiih.. kota opo iku mung 50k penduduke. Nek ndik kene deso paling yo… haha.

    Suwe nggak ngikuti La Liga. Santi Cazorla sek main ae ternyata. 😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s