Mendebug Kompor Gas

Awal pekan ini, kompor gas kami tiba-tiba bermasalah. Kejadiannya, ketika sedang memasak ayam, kemudian menggunakan timer. Saya diinstruksikan oleh istri untuk mematikan jikalau si timer sudah berbunyi. Oke.

Selang beberapa waktu kemudian, si timer berbunyi. Lalu saya matikan timer-nya. Lantas, saya pun mandi siang.

Tak lama berselang, ada tamu datang, si Uli dan suaminya. Kebetulan si Uli ini teman SMA saya sekaligus teman KKN istri saya. Ngobrol kesana kemari, tiba-tiba tercium bau gas. Weeee…. Ternyata, beneran bau gas. Dan ternyata lagi, si kompor masih menyala. Jebulnya saya cuman mematikan si timer. Untung saja belum gosong. Istri saya pun mencabut regulator dari gas melon.

Regulator
Regulator

Keesokan harinya, ketika akan menggunakan kompor lagi, ternyata masih berbau. Nampaknya ada yang bocor. Terpaksa, kami harus mbenerin si kompor terlebih dahulu. Berikut beberapa langkah yang sempat dicoba:

  1. Semula dipikir, cuman kurang kenceng masang regulatornya. Ternyata tidak. Dipasang dengan berbagai posisi tetap saja berbau
  2. Kemudian, dicoba untuk mengganti karet merah kecil di gas melon. Masih belum beruntung.
  3. Lantas, menelpon papah mertua :v. Disuruh menusuk si gas melon, untuk mengecek apakah masih ada isinya. Dan ternyata masih.
  4. Kecurigaan berpaling ke selang dan regulator. Mungkin kurang kencang pemasangan selang ke regulator. Tapi, kami belum sarapan, jadi ndak kuat. Sudah ditarik-tarik selangnya, ndak mau lepas.
  5. Mengira si regulator rusak, saya pun beli lagi. Cukup mahal ternyata. Yang ada indikator mirip speedometer merk Q*ant*m harganya 63 ribuan.
  6. Saya juga sempat ke tukang servis. Karena menganggap kompor gas itu berbahaya, jadi mending daripada kena apa-apa, serahkan pada ahlinya. Namun, si tukang servis tidak bisa datang ke rumah saya. Padahal beda gang thok. Ya sudah, saya konsultasi ke tukang servis tersebut. Katanya sih, si karet merah tadi. Tapi sudah dicoba, tidak bisa juga.
  7. Kemudian, rehat dulu. Si ayam kami panaskan dengan oven.
  8. Setelah makan, ternyata nyopot selang dari regulator jadi gampang. Kami pun mengganti regulatornya. Namun, masih tercium bau gas walau tidak terlalu kentara. Kami merasa cukup berhasil sampai sini.
  9. Namun, ketika mau masak Indomie, si gas tiba-tiba habis. Doh. Mungkin semua masalah terjadi gara-gara gas mau habis. Padahal belum ada sebulan. Biasanya si gas habis 1.5-2 bulan lho.
  10. Saya pun beli gas. Alhamdulillah ada stok. Sembari bertanya ke penjual. Katanya, kalau sekadar bau, itu gak apa-apa. Tapi, kalau berdesis, itu baru berbahaya. Kadang memang suka mengeluarkan bau ketika mau habis untuk menurunkan tekanan. Ndak ngerti sih logikanya gimana, ahaha.
  11. Gas diganti, tapi masih ada bau, walau susah dideteksi.
  12. Setelah dicium-cium, ternyata, si bau gas berasal dari sambungan kompor ke selang. Mungkin tertarik ketika mau ngelepasin regulator. Kami kencangkan, dan syalala. Bau gas tidak tercium lagi.

Hipotesis saya:

  1. Gas mau habis, jadinya mengeluarkan bau seperti teori dari penjual gas. Tapi hipotesis ini rada lemah, mengingat belum ada sebulan pemakaian.
  2. Regulator kurang sip yang dalam pembetulannya, mengakibatkan selang ketarik dari kompor, jadi mengakibatkan bau gas tadi. Hal ini bisa juga memicu habisnya gas yang lebih cepat karena bocor. Hipotesis ini lebih kuat dari yang pertama.

Begitulah aspek-aspek yang bisa dikaji ketika membenerkan / mendebug kompor gas. Mungkin bisa dicoba ketika sedang memperbaiki kompor gas.

Saya jadi teringat dulu pas awal-awal menikah. Belum pernah masang selang ke kompor, yang ternyata susah. Juga perlu masang ring buat mengencangkan selang. Eh, ternyata si ring cuman ada satu. Karena takut, terpaksa beberapa hari tidak digunakan.

Alhamdulillah, ada yang ngado kompor gas kecil yang sering dipakai naik gunung. Sementara pakai itu dulu. Walaupun mahal gasnya. 17.500 untuk satu tabung. Lebih mahal dari harga gas melon 15.500 (kalau beli di pangkalan). Tapi ya, ndak apa-apa. Tetep enak kok masakannya :v

PS : Berhubung males ngefoto kompornya, saya tempelin foto regulator yang saya gunakan sebagai petunjuk ketika membeli regulator di swalayan terdekat.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s